Amsal 29:18 berbunyi “Bila tidak ada wahyu menjadi liarlah rakyat.” Dengan kata lain firman ini dapat dikatakan “Kalau tidak ada visi rakyat bisa menjadi hancur.” Bila tidak ada visi yang dibagikan bersama, maka akan terjadi kekacauan atau kehancuran. Gereja juga demikian, bila tidak memiliki visi maka tidak akan mengalami pertumbuhan juga tidak akan memiliki semangat. Akan tetapi bila gereja memiliki visi bersama, meskipun banyak tantangan dan kesulitan pasti visi tersebut akan dapat dijalankan dengan penuh sukacita. Masing-masing orang memiliki visi yang berbeda-beda. Nuh memiliki visi untuk membangun bahtera, Abraham memiliki visi menjadi bapa segala bangsa, visi Yosua adalah menghancurkan bangsa Kanaan, Paulus mempunyai visi untuk keselamatan orang kafir, dan lain sebagainya. Semua visi yang dimiliki oleh tokoh-tokoh ini adalah dari Allah bukannya visi dari diri sendiri. Melalui nats ini kita akan melihat visi Allah.
Apakah visi Allah? Semua suku bangsa mendapat keselamatan (Wahyu 7:9). Di seluruh dunia ada sekitar 260-an negara dan 24.000 kebudayaan atau suku bangsa. Secara umum hampir semua negara ini sudah mendengar Injil. Namun, ada sekitar 1.500 suku bangsa yang belum mendengar Injil. Tuhan Allah sangat merindukan agar semua suku bangsa ini dapat mendengar tentang Injil. Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia ada hampir 600 suku, akan tetapi 120 suku masih belum dijangkau oleh Injil (Unreached People). Maka di STT SALEM ada yayasan misi yang terbeban untuk suku-suku tidak terjangkau ini yaitu IUM (Indonesia Unreached People Mission). Maka sesuai dengan visi Allah semua suku bangsa ini harus mendengar Injil. Dalam Matius 24:14 dinyatakan “…menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Semua bangsa dalam hal ini berarti semua suku.
Keselamatan itu terjadi melalui Anak Domba (Wahyu 7:10). Bila Tuhan Allah ingin semua bangsa mendapat keselamatan, bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Ternyata semua suku bangsa tersebut bisa mendapat keselamatan hanya melalui jalan yang ditetapkan oleh Allah sendiri yaitu melalui pengorbanan Anak Domba (Yesus Kristus) dalam Wahyu 5:9 “…karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.” Bangsa Israel keluar dari Mesir melalui darah anak domba yang diolesi pada daun pintu. Maka darah Anak Domba yaitu Yesus Kristus yang bisa menebus semua suku bangsa. Walaupun kita mendapat keselamatan dengan cuma-cuma, namun sesungguhnya kita telah dibayar dengan darah Yesus. (I Petrus 1:18-19). Penebusan tersebut telah terjadi namun, ada banyak suku bangsa yang belum mendengar kabar baik ini. Ada juga diantaranya yang mungkin sudah mendengar tetapi masih belum mau menerima atau bahkan menolak dan memberontak terhadap Injil, kepada mereka pun kabar keselamatan ini harus tetap diberitakan karena satu-satunya jalan keselamatan hanya ada di dalam Yesus.
Allah dimuliakan oleh orang-orang yang telah diselamatkan (Wahyu 7:11). Dalam ayat 11 dan 12 dikatakan bahwa orang-orang yang sudah mendapat keselamatan memakai baju putih. Hal ini berarti bahwa orang yang sudah mendapatkan keselamatan akan memuliakan Allah. Dalam ayat 16 dan 17, Anak Domba akan menghapus air mata, tidak akan menderita lapar dan dahaga atau dengan kata lain tidak ada lagi kesusahan. Melalui orang-orang yang telah diselamatkan Tuhan Allah ingin dipuji dan dimuliakan. Dalam Efesus 1:3-14 kita diajarkan bagaimana karya Allah Tritunggal dalam proses keselamatan. Allah Bapa memilih, Allah Anak menebus dan Roh Kudus memeterai. Maka untuk apa Allah Tritunggal menyelamatkan kita? Dalam Efesus 1:6, 12, 14 memiliki kesimpulan yang sama, yaitu Allah dimuliakan. Misi adalah kehendak Allah, dan Allah ingin memakai gereja sebagai alat misi. Bagaimana gereja (pribadi) ikut dalam misi? Sebagai alat misi gereja dapat berdoa untuk pelayanan misi, memberi bantuan berupa materi dan memberi diri untuk menjalankan misi tersebut. Visi Allah pasti akan segera terwujud!!
Kristus Untuk Indonesia “Matius 24:7-14”
Sebelum memasuki abad ke 21 sudah banyak yang mulai memperhatikan khususnya “Unreached People mission” dan juga “Frontier mission” yaitu para teolog misi dari barat. Hal itu bukan merupakan sebuah strategi baru gerakan misi untuk dunia ini melainkan Yesus sendiri telah memberikan pernyataannya bahkan penjelasaannya dalam Injil Matius 24:14 dan Wahyu 7:9-12 bahwa akan ada kesudahan dalam dunia ini. Maksudnya apa? Bahwa segala sesuatu pasti aka nada akhirnya, hidup akan berakhir, segala aktifitas kita di muka bumi ini akan berakhir selama-lamanya.
Oleh sebab itu saya sadar bahwa masih ada banyak hal atau tanggung jawab yang harus kita kerjakan dan selesaikan untuk dunia ini yaitu menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang bagi Kristus. Saat ini secara khusus saya ingin tetap memfokuskan pekerjaan Tuhan ini bagi bangsa Indonesia. Karena hingga saat ini bangsa Indonesia masih terdapat ± 783 suku, dan di antaranya hamper 211 suku yang hingga saat ini masih belum terjangkau injil (unreached peoples group) dan belum mengenal akan Kristus. Hal itu membuktikan bahwa masih ada banyak tugas yang Tuhan berikan bagi kita untuk meluaskan kerajaan-Nya di Indonesia ini. Karna tugas itulah Tuhan Allah sedang memanggil saudara dan saya untuk menjadi saksi-Nya.
Tahun 2004 tepatnya di bulan Maret saya tiba di Indonesia dengan tujuan untuk melayani Tuhan bagi suku-suku yang terhilan. Walaupun demikian, jujur saja saya sangat takut terhadap kebudayaan baru, misalnya dari segi bahasa, makanan, adat istiadat, agama, dll. Memang tidak mudah untuk dapat mengerti kebudayaan bangsa lain, semuanya dikarenakan pola hidup serta system berpikir yang sangat jauh berbeda, dan bukan hanya itu saja tetapi adat-istiadat atau kebudayaannya sangat jauh berbeda. Tetapi saya sangat bersyukur pada tuhan Allah karena selama tinggal di Indonesia banyak hal yang dapat saya pelajari sehingga saya mampu beradaptasi dengan masyarakat atau dengan orang-orang Indonesia. Walau demikian bukan berarti saya sudah sempurna melainkan saya tetap belajar dari setiap kekurangan dan keterbatasan diman salah satunya dari segi bahasa. Selama di Indonesia saya semakin disadarkan oleh Tuhan Yesus bahwa sangat penting sekali kita memperhatikan dan menghasihi orang-orang Indonesia karena Kristus telah terlebih dahulu mengasihi kita.
Adapun bukti bahwa Tuhan Allah sungguh mengasihi orang-orang Indonesia yaitu : Yang pertama, melalui tragedi bencana alam. Pada tahun 2004 terjadi bencana alam yaitu meletusnya gunung Bromo. Bromo merupakan sebuah daerah dimana penduduknya hampir sebagian besar dihuni oleh masyarakat suku Tengger mayoritas beragama Hindu. Demikian juga di penghujung tahun 2004 kembali terjadi bencana alam yang sangat dasyat dengan menelan korban jiwa begitu banyak yaitu gempa bumi dan tragedy Tsunami di daerah propinsi Sumatera tepatnya daerah Banda Aceh dan sekitarnya dimana mereka merupakan masyarakat dengan mayoritas penduduknya beragama Islam/Moslem. Setelah tragedi tsunami di Aceh kembali terjadi gempa bumi dan Tsunami pada tahun 2005 yaitu di daerah Nias yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Kristen, demikian juga terjadi gempa bumi di Yogyakarta dan ditempat-tempat lainnya. Saat ini kita dapat melihat bahwa tragedy kekacauan ini bukan hanya gempa bumi ataupun tsunami melainkan terjadi banyak kelapara, banjir, tanah longsor dll. Karena bencana alam banyak yang merasa kehilangan bukan saja material melainkan mereka banyak kehilangan orang-orang yang sangat mereka kasihi dan cintai. Hal seperti ini membuat Negara-negara tetangga (Luar Negeri) sangat menaruh empati dan juga simpati mereka bagi bangsa Indonesia dan secara khusus banyak missionaries yang turun tangan membantu serta melayani masyarakat Indonesia yang mengalami kekurangan, deperesi mental dan sebagainya. Yang kedua, melalui pelayanan para missionaries. Memang sejak jaman dahulu banyak missionaries yang mempunyai hati untuk melayani di Indonesia. Demikian juga banyak pelayan Tuhan yang sampai saat ini pun berusaha memberikan yang terbaik bagi pelayanan misi. Hal itu juga merupakan salah satu bukti bahwa Tuhan Allah sangat menghasihi bangsa Indonesia. Dan yang ketiga, melalui hamba-hamba Tuhan dan gereja-gereja Indonesia. Walaupun banyak hambatan yang dilakukan oleh agama-agama lain terhadap gereja-gereja dan juga hamba-hamba Tuhan tetapi jumlah jemaat gereja Indonesia semakin bertumbuh. Hal itu juga membuktikan bahwa betapa berharganya kita dihadapan Tuhan. Tuhan Allah telah menunjukkan cinta kasih-Nya yang sangat besar kepada bangsa Indonesia ketika bangsa ini mengalami bencana alam secara terus-menerus tetapi Ia mampu mengerjakan dan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini melalui bencana alam semuanya Ia kerjakan melalui para missionaris, hamba-hamba Tuhan dan gereja-Nya.
Tetapi saat ini kita pun perlu menyadari bahwa sebelum Yesus datang untuk ke duakalinya maka kita perlu memberitakan injil sampai kepada suku-suku yang tersembunyi (pedalaman). Di dalam Injil Matius 24 ayat 7-14 sesuai dengan nubuat Yesus yang mengingatkan kita bahwa hal tersebut telah terjadi dijaman sekarang ini.
“Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
Oleh sebab itu kita perlu kembali renungkan hal apakah yang seharusnya kita perlu lakukan saat ini? Kita sudah banyak menyaksikan betapa Tuhan Allah sangat menghasihi bangsa Indonesia, demikian juga halnya di Indonesia ini masih banyak suku-suku yang terabaikan dan belum terjangkau oleh Injil Kristus. Ingatlah bahwa sebelum Kristus datang untuk kedua kalinya maka Injil kerajaan Allah harus diberitakan kepada semua bangsa dan suku-suku bangsa. Kita perlu sadar bahwa Injil harus diberitakan kepada suku-suku yang terabaikan khususnya di Indonesia. Karena Tuhan Allah telah memperlihatkan kepada kita betapa Ia sangat mengasihi bagsa Indonesia. Maka kita pun perlu meresponi akan kebaikan dan kasih-Nya guna memperluas Kerajaan Allah yaitu gereja Tuhan di Indonesia ini. Sadarlah bahwa Tuhan Allah memberikan mandate atau perintah bukan hanya untuk orang barat atau orang luar negeri saja!! Visi Tuhan diberikan bukan hanya untuk missionaries dari luar negeri saja!! Melainkan Visi dan Misi Allah diberikan Tuhan bagi oang-orang Indonesia untuk memapu membawa kaumnya mengenal akan Kristus dengan baik. Maka dari itu kita harus bangkit untuk memberitakan injil Kerajaan Allah untuk suku-suku yang terabaikan atau tidak terjangkau di Indonesia tercinta ini.